Cara menggunakan perintah traceroute dan menginterpretasikannya

Masalah jaringan bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui solusi dan tool yang tepat agar bisa mengatasinya dengan cepat. Salah satu tool yang paling sering digunakan terutama oleh pemula adalah perintah traceroute.

Namun, hasil dari perintah traceroute sering kali sulit diinterpretasikan.

Untuk membantu Anda, kami akan membahas cara kerja perintah tracert atau traceroute selengkapnya di artikel ini, serta menjelaskan waktu penggunaannya dan cara membaca hasil yang ditampilkan.

Apa itu traceroute dan kapan harus menggunakannya?

Traceroute atau tracert adalah perintah yang berfungsi untuk mendiagnosis masalah jaringan pada sistem operasi komputer.

Pada dasarnya, kedua perintah ini memiliki fungsi yang sama. Perbedaan utamanya terletak pada sistem operasi yang digunakan. Linux dan macOS menggunakan perintah traceroute, sementara Windows menggunakan tracert.

Perintah traceroute bekerja dengan mengirimkan tiga paket probe melalui jaringan dan memantau perjalanannya hingga mencapai tujuan.

Setiap paket probe akan melewati beberapa perangkat, seperti router dan switch, sebelum mencapai alamat IP target. Proses ini disebut hop. Perintah traceroute akan mencatat setiap hop yang dilalui, beserta waktu yang dibutuhkan (round-trip-time atau RTT).

Log yang dihasilkan juga mungkin berisi informasi lain, seperti nama perangkat dan alamat IP setiap hop.

Perintah traceroute memiliki fungsi yang mirip dengan perintah ping. Namun, traceroute lebih praktis dalam membantu proses penyelesaian masalah jaringan besar yang terdiri dari banyak perangkat, seperti router perantara dan bridge.

Traceroute menggunakan Internet Control Message Protocol (ICMP) untuk mendeteksi masalah koneksi jaringan dan melaporkan lokasi persis tempat hilangnya paket data.

Misalnya, kalau terjadi penundaan terlama di router lokal Anda, artinya Anda perlu memulai proses penyelesaian masalah dari router tersebut.

Cara menjalankan perintah traceroute (tracert)

Pengguna umumnya bisa menjalankan perintah traceroute atau tracert melalui aplikasi command-line bawaan. Namun, caranya akan sedikit berbeda tergantung pada sistem operasi komputer yang digunakan.

Mari kita pelajari cara menjalankan perintah traceroute atau tracert di Linux, macOS, dan Microsoft Windows.

Menjalankan traceroute di macOS

Pengguna macOS bisa menjalankan perintah traceroute melalui aplikasi Terminal.

ikon aplikasi terminal di macos

Cara kerja perintah traceroute di macOS mirip dengan di Linux. Perintah dasarnya adalah traceroute diikuti dengan hostname atau alamat IP tujuan. Opsi lanjutan yang tersedia juga mirip dengan versi Linux, dengan sedikit perbedaan.

Menjalankan traceroute di Linux

Pengguna Linux bisa menjalankan perintah traceroute melalui Terminal. Untuk melakukannya, ketik command-line dengan format berikut:

traceroute [opsi] <hostname atau IP> [panjang paket]

Penggunaan traceroute yang paling umum adalah dengan mengetikkan perintah, diikuti dengan alamat tujuan traceroute Anda. Alamat tujuan ini bisa berupa alamat IP atau nama domain, seperti contoh berikut:

traceroute www.google.com

Command-line ini akan melacak rute yang menghubungkan komputer Anda ke website Google, beserta detail setiap hop yang dilalui. Hasilnya akan terlihat seperti contoh di bawah ini:

[root@server ~]# traceroute www.google.com
traceroute to www.google.com (216.58.212.132), 30 hops max, 60 byte packets
 1  46.17.174.43 (46.17.174.43)  0.036 ms  0.016 ms  0.016 ms
 2  te0-2-1-6.rcr21.vno01.atlas.cogentco.com (149.14.10.41)  0.614 ms  0.643 ms ip-217-117-27-137.bnk.lt (217.117.27.137)  2.055 ms
 3  jupiteris-Q5.balt.net (213.197.128.45)  9.590 ms  9.595 ms be2842.ccr22.sto03.atlas.cogentco.com (130.117.51.162)  12.229 ms

Anda juga bisa menambahkan opsi lanjutan pada perintah traceroute untuk mendapatkan hasil yang lebih spesifik. Berikut adalah beberapa opsi lanjutan traceroute untuk Linux:

PerintahDeskripsi
-IPerintah traceroute Linux mengirimkan paket probe UDP secara default. Anda bisa menggunakan opsi ini untuk mengubahnya menjadi paket ICMP.
-nTidak menampilkan nama perangkat dalam hasil pelacakan.
-q number of packetsSecara default, traceroute mengirimkan tiga paket. Anda bisa mengubah jumlahnya menggunakan opsi ini, diikuti dengan jumlah paket.
-dMengaktifkan debugging tingkat soket.
-m max_ttlMenentukan jumlah maksimum hop untuk proses penelusuran. Nilai default max_ttl adalah 30.
-w wait_timeMenentukan waktu tunggu maksimum untuk setiap balasan.
-rMelakukan bypass tabel perutean normal dan mengirimkan paket IP langsung ke host pada jaringan yang terhubung langsung.
-pMengatur port tujuan untuk kueri. Port default adalah 33434.
-g gateway_addrMengarahkan paket keluar ke gateway yang ditentukan menggunakan opsi perutean sumber IP.

Anda bisa menggunakan opsi lanjutan ini secara terpisah atau menggabungkannya dalam satu konfigurasi traceroute. Contohnya seperti berikut:

traceroute -Inq 2 www.google.com

Gunakan perintah man traceroute untuk melihat informasi lengkap tentang perintah traceroute, termasuk opsi lain yang tersedia dan cara menggunakannya.

Menjalankan tracert di Windows

Pengguna Windows bisa menjalankan perintah tracert melalui Command Prompt. Tekan tombol Windows + R untuk membuka kotak dialog Run, lalu ketik cmd di kolom pencarian.

aplikasi run windows membuka command prompt

Setelah itu, akan muncul jendela konsol baru tempat Anda bisa memasukkan berbagai perintah, termasuk tracert.

Setelah Anda mengetik tracert dan menekan Enter, konsol akan menampilkan petunjuk penggunaan perintah ini. Cara paling dasar adalah dengan mengetikkan tracert diikuti nama domain target atau alamat IP.

Untuk mendapatkan hasil penelusuran yang lebih spesifik, gunakan beberapa opsi berikut:

PerintahDeskripsi
-dMencegah tracert menyelesaikan alamat IP ke hostname masing-masing untuk setiap hop. Dengan begitu, sistem bisa menampilkan hasil pelacakan lebih cepat.
-h maximum_hopsMenentukan jumlah maksimum hop yang disertakan dalam proses tracert. Apabila Anda tidak mengubah maximum_hops, nilainya akan mengikuti nilai default maksimum 30 hop.
-w timeoutMenentukan waktu maksimal balasan untuk setiap hop sebelum dianggap habis. Opsi ini diukur dalam milidetik.
-nMengonfigurasikan tracert untuk tidak menyelesaikan alamat IP ke nama domainnya.
-4Memaksa perintah tracert untuk menggunakan IPv4.
-6Memaksa perintah tracert untuk menggunakan IPv6.

Beberapa opsi, seperti -j host-list dan -S, hanya berfungsi pada versi IP tertentu. Pastikan untuk mengetikkan opsi di antara perintah tracert dan nama target.

Konsol kemudian akan menjalankan fungsi dan menampilkan hasil seperti gambar di bawah ini.

Membaca hasil perintah traceroute

Setelah menjalankan perintah tracert atau traceroute, sistem akan menampilkan hasilnya dalam format baris. Laporan yang muncul mungkin sedikit berbeda tergantung pada sistem operasi yang Anda gunakan, tapi secara umum isi informasinya sama.

Laporan tracert atau traceroute biasanya terdiri dari beberapa baris, di mana setiap baris mewakili setiap hop yang dilalui paket data untuk mencapai host tujuan. Setiap baris dibagi menjadi beberapa kolom dengan informasi yang berbeda. Mari kita perhatikan setiap kolom dan detailnya.

Hop numberRTT 1RTT 2RTT 3IP address/hostname
1218 ms17 ms17 ms10.246.173.157
  • Hop number – kolom pertama menunjukkan jumlah hop untuk baris tertentu.
  • RTT – round-trip time (RTT) menunjukkan waktu yang dibutuhkan setiap paket data untuk mencapai alamat IP tertentu dan kembali ke komputer Anda. Ada tiga kolom RTT karena traceroute mengirimkan tiga paket UDP secara default.
  • IP address or hostname – kolom ini menunjukkan alamat IP atau hostname perangkat pada hop tersebut.

Apabila terjadi masalah selama hop, laporan traceroute akan menampilkan pesan error sesuai jenis masalahnya. Berikut adalah tiga jenis pesan error yang umum ditemukan dalam traceroute:

  • Request timed out – biasanya menunjukkan masalah jaringan. Error ini bisa disebabkan oleh masalah pada return path atau perangkat keamanan tujuan yang memblokir permintaan Anda.
  • Simbol bintang di bawah kolom RTT – menunjukkan bahwa perangkat gagal merespons permintaan Anda dalam batas waktu yang ditentukan.
  • Destination net unreachable – menunjukkan bahwa paket IP gagal menemukan rute ke alamat tujuan dan terhenti di tengah jalan. Masalah ini umumnya disebabkan oleh router yang bermasalah atau alamat IP tujuan yang tidak valid.

Traceroute juga bisa menampilkan beberapa anotasi setelah setiap hop untuk menunjukkan adanya error selama proses:

AnotasiDeskripsi
!HHost tujuan tidak bisa dijangkau
!NJaringan tidak bisa dijangkau
!PProtokol tidak bisa dijangkau
!SRute sumber gagal
!FDiperlukan fragmentasi

Saat membaca hasil traceroute, fokuskan perhatian Anda pada waktu hop yang tertera di kolom RTT. Dalam kondisi jaringan yang sehat dan stabil, waktu hop biasanya konsisten atau memiliki latensi yang rendah.

Namun, peningkatan latensi tidak selalu menandakan adanya masalah.

Cara terbaik untuk menganalisis laporan traceroute adalah dengan melihat pola secara keseluruhan, bukan hanya pada hop individual.

Mari kita pelajari empat pola umum hasil traceroute dan hubungannya dengan kondisi jaringan:

Peningkatan latensi ke tujuan

Latensi yang tiba-tiba melonjak pada satu hop, dan terus meningkat hingga mencapai host tujuan. Dalam beberapa kasus, mungkin muncul tanda bintang yang mengindikasikan hilangnya paket data.

Pola ini menunjukkan bahwa masalah berasal dari hop di mana latensi mulai meningkat.

Latensi tinggi pada hop awal

Angka latensi yang tinggi pada awal laporan traceroute menunjukkan adanya masalah pada jaringan lokal Anda. Lakukan penyelesaian masalah pada perangkat jaringan lokal, seperti router, switch, dan kabel.

Ttimeout pada hop awal

Pesan request timed out pada satu atau dua hop pertama, tapi hop selanjutnya menunjukkan waktu yang normal.

Kondisi ini termasuk wajar dan tidak selalu menandakan adanya masalah, karena beberapa router memang tidak dikonfigurasikan untuk merespons permintaan traceroute.

Timeout di akhir laporan

Ada beberapa kemungkinan penyebab timeout di akhir traceroute:

  • Firewall atau perangkat keamanan target yang memblokir permintaan traceroute.
  • Masalah pada return path dari komputer tujuan.
  • Masalah koneksi pada alamat target.

Dua skenario pertama tidak akan memengaruhi koneksi Anda ke jaringan tujuan, tapi skenario ketiga bisa menyebabkan kegagalan koneksi.

Pola-pola ini akan membantu Anda mengidentifikasi sumber masalah koneksi dan langkah-langkah yang perlu diambil. Hubungi pihak terkait tergantung pada lokasi terjadinya timeout atau latensi tinggi apabila Anda tidak bisa menyelesaikan masalah sendiri.

Masalah dalam hop pertama berarti Anda harus menghubungi administrator jaringan Anda. Hop berikutnya mewakili penyedia layanan internet (ISP) Anda, yang menandakan Anda perlu menghubungi dukungan pelanggan mereka.

Hop terakhir berada di area jaringan tujuan, dan ada dua kemungkinan untuk pola ini. Apabila Anda adalah pengguna website atau aplikasi web, Anda bisa menghubungi administratornya atau menunggu hingga masalah teratasi.

Di sisi lain, pemilik website bisa menghubungi provider hosting mereka dan meminta dukungan teknis untuk membantu menyelesaikan masalah.

Kesimpulan

Perintah traceroute adalah tool diagnostik jaringan yang bermanfaat dan mudah digunakan. Biasanya, tool ini digunakan sebagai langkah awal dalam penyelesaian masalah koneksi.

Perintah yang digunakan mungkin sedikit berbeda tergantung pada sistem operasi Anda. Linux dan macOS menggunakan traceroute, sedangkan Windows menggunakan tracert. Cara menjalankan perintahnya pun sedikit berbeda, baik melalui command prompt maupun terminal.

Namun, fungsi dan informasi yang ditampilkan dalam laporan pada dasarnya sama. Laporan traceroute atau tracert umumnya menampilkan deretan hop beserta RTT dan alamat IP atau hostname setiap hop.

Untuk menginterpretasikan laporan traceroute, Anda harus mengenali polanya dan menemukan inkonsistensi di dalamnya. Memahami pola-pola ini akan membantu Anda menemukan akar masalahnya dan menentukan langkah selanjutnya.

Semoga artikel ini membantu Anda memahami cara menggunakan dan membaca hasil perintah traceroute dengan benar. Apabila masih memiliki pertanyaan atau tips lainnya, sampaikan lewat kolom komentar yuk!

Author
Penulis

Faradilla Ayunindya

Faradilla, yang lebih akrab disapa Ninda, adalah Content Marketing Specialist di Hostinger. Ia suka mengikuti tren teknologi, digital marketing, dan belajar bahasa. Melalui tutorial Hostinger ini, Ninda ingin berbagi informasi dan membantu pembaca menyelesaikan masalah yang dialami. Kenali Ninda lebih dekat di LinkedIn.